Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

MODEL PEMBERDAYAAN KEWIRAUSAHAAN DIGITAL UNTUK SISWA PEDESAAN MELALUI PELATIHAN E-COMMERCE BERBASIS PASAR LOKAL

Abstract

Kesenjangan digital dan ekonomi menimbulkan tantangan signifikan bagi kaum muda di daerah pedesaan. Siswa SMP Islam (SMP) dari keluarga kelas menengah ke bawah seringkali menjadi konsumen teknologi yang pasif, kurang memiliki keterampilan untuk memanfaatkannya secara produktif. Program Pengabdian Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan siswa SMP Ganrang Batu melalui pelatihan e-commerce berbasis pasar lokal untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan dan literasi digital yang fungsional. Program ini menggunakan pendekatan andragogi partisipatif dan pengembangan masyarakat berbasis aset. Proses pelaksanaannya meliputi lima tahap: persiapan, penjangkauan, pelatihan intensif (12 sesi), simulasi bisnis, dan evaluasi serta perencanaan keberlanjutan. Dua puluh siswa kelas sembilan berpartisipasi. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta sebesar 47,8% berdasarkan hasil tes pra dan pasca. Semua peserta (100%) berhasil membuat toko online aktif di platform pasar (Shopee/Tokopedia) dan mengunggah setidaknya satu produk unggulan. Hasil nyata lainnya termasuk peningkatan kepercayaan diri, pembentukan pola pikir kewirausahaan, dan transaksi pertama sebagai bukti konsep. Model pelatihan yang kontekstual, praktis, dan berbasis aset lokal ini telah terbukti efektif dalam memberdayakan siswa di daerah pedesaan. Kolaborasi erat dengan semua pemangku kepentingan merupakan kunci keberhasilan. Model ini memiliki potensi replikasi yang tinggi untuk sekolah lain dengan karakteristik serupa.

Keywords

Digital, E-Commerce, Literasi Digital, Pemberdayaan Masyarakat, Siswa Pedesaan

pdf

References

  1. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), “Status Literasi Digital Indonesia 2023,” 2023.
  2. N. Pratiwi and D. Setiawan, “The Digital Divide and Youth Entrepreneurship in Rural Indonesia: A Case Study,” Indones. J. Soc. Stud., vol. 15, no. 1, pp. 22–34, 2022.
  3. A. J. A. M. van Deursen and J. A. G. M. van Dijk, “The first-level digital divide shifts from inequalities in physical access to inequalities in material access,” New Media Soc., vol. 21, no. 2, pp. 354–375, 2019.
  4. A. Nugroho, “Effective Digital Literacy Training for Rural Communities: A Frugal Innovation Approach,” J. Community Empower., vol. 7, no. 2, pp. 45–60, 2022.
  5. J. P. Kretzmann and J. L. McKnight, Building Communities from the Inside Out: A Path Toward Finding and Mobilizing a Community’s Assets. ACTA Publications, 1993.
  6. M. S. Knowles, The Adult Learner: A Neglected Species, 3rd ed. Gulf Publishing, 1984.
  7. A. Susilo and C. Wahyudi, “The Impact of Hands-on Training on Digital Skills Acquisition: A Comparative Study,” J. Vocat. Educ. Train., vol. 10, no. 3, pp. 112–125, 2021.
  8. A. Mathie and G. Cunningham, “From clients to citizens: Asset-based Community Development as a strategy for community-driven development,” Dev. Pract., vol. 13, no. 5, pp. 474–486, 2003.