https://baktinusa.unram.ac.id/index.php/baktinusa/issue/feed Jurnal Bakti Nusa 2024-04-24T09:56:18+00:00 Sultan sultandarma@unram.ac.id Open Journal Systems <p><span class="tlid-translation translation" lang="id">Jurnal Bakti Nusa adalah Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dengan (p-ISSN: 2721-2181) dan (e-ISSN 2747-1357) yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram dengan tujuan menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian di bidang layanan masyarakat.</span></p> https://baktinusa.unram.ac.id/index.php/baktinusa/article/view/113 PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI MEDIA BUDIDAYA MAGGOT DI DESA LENDANG NANGKA 2023-08-21T03:16:36+00:00 I Ketut Wiryajati kjatiwirya@unram.ac.id I Gusti Ayu Siwantrini Utari Putri kjatiwirya@unram.ac.id Mita Setiawati kjatiwirya@unram.ac.id <p>Sampah adalah masalah serius di desa Lendang Nangka, Kabupaten Lombok Timur. Limbah organik dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan pariwisata belum terkelola dengan baik, menyebabkan pencemaran lingkungan. Bapak Lalu Supratman, penanggung jawab Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3R, mengambil inisiatif dalam pengolahan sampah dengan budidaya larva lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai metode biokonversi. Pengabdian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan pemanfaatan limbah organik melalui budidaya maggot BSF. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa metode budidaya maggot BSF berhasil mengurangi limbah organik hingga 56%. Maggot BSF memiliki kandungan protein tinggi hingga 42%, menjadi pakan alternatif yang bernilai ekonomi untuk unggas dan ikan. Bapak Supratman menginisiasi gerakan "secangkir beras yatim jompo" yang meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah. Budidaya maggot BSF menjadi langkah berharga dalam mengatasi masalah sampah organik, menciptakan produk bernilai ekonomi, serta meningkatkan kesadaran dan kebersihan lingkungan di Desa Lendang Nangka.</p> 2024-04-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 I Ketut Wiryajati https://baktinusa.unram.ac.id/index.php/baktinusa/article/view/121 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA GERIMAK INDAH MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN GIZI BURUK 2023-10-09T17:43:48+00:00 Riezka Zuhriatika Rasyda rasyda44@gmail.com Siska Sicilia siskacicilia@unram.ac.id Ahmad Alamsyah ahmad.alamsyah@unram.ac.id Eko Basuki eko.basuki@unram.ac.id Setyaning Pawestri setyaning_pawestri@unram.ac.id <p>Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki masalah gizi buruk yang cukup tinggi. Diversifikasi pangan lokal berbasis kelor yang kaya akan protein dan antioksidan dapat menjadi salah satu upaya untuk mengatasi masalah gizi buruk, khususnya pada masyarakat di Desa Gerimak Indah. Pemahaman masyarakat mengenai kandungan gizi dan manfaat kelor serta cara pengolahan kelor masih terbatas, sehingga dilakukan pelatihan pembuatan tepung kelor untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan tepung kelor yang bergizi tinggi. Metode pelatihan yang dilakukan adalah penyampaian materi dan diskusi mengenai diversifikasi daun kelor dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik, serta praktek pembuatan tepung kelor. Diharapkan pelatihan ini dapat meningkatkan peran pangan lokal sebagai sumber gizi alternatif dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan gizi buruk di NTB yang lebih optimal dan efisien karena berbasis pada sumber pangan lokal yang bergizi tinggi, selalu tersedia, murah dan terjangkau.</p> <p> </p> 2024-04-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Riezka Zuhriatika Rasyda, Siska Sicilia, Ahmad Alamsyah, Eko Basuki, Setyaning Pawestri https://baktinusa.unram.ac.id/index.php/baktinusa/article/view/122 APLIKASI BAJA RINGAN (GALVALUM) SEBAGAI PAGAR DI PERUMAHAN GRIYA PRAJA ASRI JATISELA KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT 2023-12-23T22:07:06+00:00 Sujita Darmo sujita@unram.ac.id Achmad Zainuri a.zainuri@unram.ac.id Nur Kaliwantoro nurkaliwantoro@unram.ac.id Sultan sultandarma1968@gmail.com <p>Pagar rumah merupakan salah satu elemen penting dalam properti. Pilihan pagar rumah yang tepat akan meningkatkan nilai estetika rumah dan memberikan keamanan tambahan bagi penghuni rumah. Biasanya pagar rumah terdiri dari dua bagian, Pondasi terbuat dari bahan utama bata, pasir dan semen. Rangka pagar terbuat dari baja karbon tinggi dan baja tahan karat <em>(stainless steel).</em> Harga material bangunan rangka pagar sangat mahal. Sehingga banyak warga perumahan BTN Griya Praja Asri menunda membangun pagar rumahnya. Dampaknya sering terjadi tindak pidana pencurian, air masuk ke pekarangan rumah, sehingga menjadikan kondosi linkungan di wilayah tersebut tidak sehat dan tidak indah dipandang mata. Salah satu alternatif pemecahan masalah dengan pilihan material baja galvalum untuk pagar rumah yang sedang populer saat ini adalah baja ringan, melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil kegiatan masyarakat BTN Griya Praja Asri Desa Jatisela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat mulai menggunakan baja galvalum sebagai bahan pagar rumah. Dengan alasan harga lebih murah dan cara membuatnya lebih mudah dibanding pagar dari bahan baja tahan karat.</p> 2024-04-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Sujita Darmo, Zen, Nur https://baktinusa.unram.ac.id/index.php/baktinusa/article/view/126 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN TOMAT MENJADI MANISAN TOMAT KERING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING 2024-02-10T04:12:16+00:00 Fitrotun Nazla Udiyani nazlaudiyani13@gmail.com Ahmad Alamsyah ahmad.alamsyah60@yahoo.com Zain Alfitra Rizkullah ahmad.alamsyah60@yahoo.com Nabila Urningsih nazlaudiyani13@gmail.com Indri Antini nazlaudiyani13@gmail.com Pradila Asmatullah nazlaudiyani13@gmail.com Rozline Azzahra nazlaudiyani13@gmail.com M. Rifky Okta Perdana nazlaudiyani13@gmail.com Wisam Hidayatullah ahmad.alamsyah60@yahoo.com Muhamad Andrian nazlaudiyani13@gmail.com <p><em>Stunting</em> merupakan masalah nasional akibat kurang gizi yang terjadi pada balita. Kekurangan gizi dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Tomat merupakan tanaman yang banyak mengandung gizi yang baik untuk tubuh. Manisan tomat kering merupakan salah satu produk olahan tomat yang mudah diproduksi dengan biaya yang murah. Manisan tomat kering dapat menjadi alternatif olahan yang bagus untuk ibu hamil dan anak-anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil panen tomat yang melimpah dan membantu dalam pencegahan <em>stunting</em>. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan penelitian tindakan yang dikombinasikan dengan sosialisasi dan pelatihan pengolahan pembuatan manisan tomat kering kepada ibu-ibu kader posyandu di Desa Kertasari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Sosialisasi dan pelatihan pemgolahan manisan tomat kering mendapat antusias dan perhatian baik dari ibu-ibu kader posyandu dan PKK.</p> 2024-04-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Fitrotun Nazla Udiyani https://baktinusa.unram.ac.id/index.php/baktinusa/article/view/125 PEMANFAATAN SAMPAH BIOMASSA MENJADI BRIKET SAMPAH BIOMASSA 2024-02-13T03:47:02+00:00 salman Salman salmanrm@yahoo.com I Dewa Ketut Okariawan salman@unram.ac.id Paryanto Dwi Setyawan salman@unram.ac.id <p>Salah satu cara pemanfaatan sampah biomassa adalah dengan mengolahnya menjadi briket sampah biomassa. Karena itulah dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini tim pelaksana pengabdian melakukan diseminasi alat pencacah sampah organic sekaligus pembimbingan pembuatan briket sampah biomassa di depan kelompok tani di Lingkungan Batu Ringgit Selatan, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekabela, Kotamadya Mataram. Saat ini kelompok tani tersebut belum memanfaatkan sampah biomassa yang tersedia secara melimpah disekitar mereka.</p> <p>Pelaksanaan dari kegiatan pengabdian ini meliputi pengadaan alat pencacah sampah organik, pembimbingan pembuatan briket sampah organik, dan produksi briket. Hasil pembuatan briket sampah biomassa ini bisa ditawarkan kepada konsumen skala rumah tangga dan industri. Mesin pencacah sampah organik dibuat memiliki inovasi produk karena starter tidak menggunakan handle tali melainkan switch on off elektrik selain itu input material biomassa dilengkapi pisau sehingga serat biomassa tidak melilit di poros saat mesin beroperasi.</p> 2024-04-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 salman Salman https://baktinusa.unram.ac.id/index.php/baktinusa/article/view/127 SOSIALISASI PEMBUATAN PAKAN SILASE di DESA KURIPAN TIMUR, KECAMATAN KURIPAN, KABUPATEN LOMBOK BARAT 2024-03-23T13:03:09+00:00 Hendry Tira hendrytira@unram.ac.id Lale Alveni Widianti lalealveni@gmail.com Lalu Malaya Khaerul Hadi hendrytira@unram.ac.id Julvan Purnama Rohman hendrytira@unram.ac.id Nadya Putri Aisyah lalealveni@gmail.com Febrian Rizky Anugrah lalealveni@gmail.com Chintya Alyanda lalealveni@gmail.com Mimi Aria Sari Putri lalealveni@gmail.com Septi Indah Lestari lalealveni@gmail.com Eka Yulianti Leo Nita lalealveni@gmail.com Novi Indriani lalealveni@gmail.com <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify; background: white;"><span lang="EN-ID" style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Arial','sans-serif';">Program KKN PMD yang telah dilaksanakan di desa Kuripan Timur diantaranya mengenai sosialisasi pembuatan pakan silase. Program ini berdasarkan saran dari masyarakat desa sehubungan dengan kondisi desa yang sering mengalami kekeringan. Tujuan dari pembuatan silase ini adalah sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi kesulitan pakan ternak pada musim kemarau atau pada musim hujan, sebagai cadangan pakan ternak, mendayagunakan sumber pakan dari sisa limbah pertanian dan perkebunan. Metode silase yaitu rumput hijauan yang dicacah kemudian dicampur dengan molases, EM4 dan air sesuai takarannya hingga menjadi suatu campuran. Semua campuran dimasukkan dalam kantong plastik kemudian dipadatkan dan diikat sampai rapat. Proses pembuatan pakan silase berjalan selama 1 hari kemudian pakan silase yang sudah dibuat bisa dibuka setelah 21 hari. Pengambilan silase secukupnya untuk pakan ternak. Ciri-ciri silase yang baik adalah berbau wangi, berwana hijau, tekstur rumput masih jelas, tidak berjamur, tidak berlendir, dan menggumpal.</span></p> 2024-04-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Hendry Tira, Lale Alveni Widianti